Fatimah Page 1

Posted April 19, 2012 by evta
Categories: Work

Tags: , ,

Fatimah,

Sudah panjang waktu berjalan. Kita bertemu dalam kurun waktu yang tak singkat. Pulau Jawa mempertemukan kita dalam kampus raksasa yang membuat kita rindu kembali kesana. Pulau Celebes mengikat rasa antara kita, yang dahulu seolah sekedar “ramah tamah” semata.

Berbulan-bulan di kota Angin Mamiri kita tak berjumpa, seolah kita berada di benua yang berbeda. Hari-harimu dengan wacana ilmiah dan semangat menjelajahmu membuat kita terpisah, juga karena rutinitasku dalam dunia suci-semuci ini. Selalu ada halang-rintang yang membuat kita sulit bahkan untuk bertemu beberapa menit saja.

Aku mengucap syukur, meskipun beberapa saat lagi kita akan berpisah pulau kembali, tapi pertemuan hari ini menyadariku betapa berartinya dirimu untukku. Sulit untuk membohongi diri sendiri. Senyum dan candamu di warung kopi itu membuatku terdesak untuk mengekspresikan rasaku padamu. Aku bahagia sekali ketika kau mau memanggilku “sayang”, walau memang awalnya agak kaku, tapi itu membuat hati sulit diam dan memaksaku semakin mengajakmu pada tingkatan yang lebih dari sekedar canda. Keinginanku untuk terus menjalani waktu bersamamu pun semakin memuncak.

Sedih memang, karena kita baru memulai lembaran ikatan rasa kita hari ini. Namun aku yakin tidak ada kata terlambat. Tidak ada pula hal yang kebetulan, ketika kita ternyata dipertemukan kembali di pulau yang jauh dari tempat kita duduk di bangku kuliah dulu. Meski kau tidak lagi sendiri, akupun begitu, tapi kalau memang kita sepakat mau mewarnai dan membuat hidup kita semakin bermakna dan penuh petualangan indah, aku janji akan memberikan yang terbaik.

Janjimu pun untuk menjumpaiku di ibu kota akan terus ku pegang. Sembari pula namamu akan terus terangkat dalam tiap doa dan perenunganku. Jadi teringat juga ketika kau bilang namaku ada di sujudmu, itu gak pernah aku lupakan. Itu kenangan terindah hari ini, dan ketika kau mau memberi ruang bagiku untuk memeluk dan mengecup pipimu. Semalaman ini aku dihantui kenangan indah itu.

Imajinasiku semakin tinggi dan kreatif. Rinjani akan menjadi petualangan seru kita. Pasti ada petualangan seru lainnya. Kau sudah mengalaminya dengan sandiwara kita dalam religiusitas di tengah umat Kristiani, yang bukan keimananmu. Sepanjang ibadah itu bibirku tersungging dan sedikit geli ketika melihatmu dan mendengarmu menyanyi. By the way, suaramu bagus juga. Pernah jadi anggota kelompok kasidahan, ya? Haha…

Satu hal lain yang membuatku tidak bisa beranjak dari rasaku padamu adalah kedewasaanmu yang membuatku nyaman bersamamu. Aku pun berharap kau merasakan kenyamanan itu juga padaku. Aku janji akan menjadi ruang hangat bagimu di dinginnya dunia yang sepi dengan cinta-kasih ini. Aku gak sok puitis, tapi ini caraku menyatakan rasa sayangku padamu.

Fatimah, meski dunia tidak mengijinkan kita untuk terus selalu bersama, kau tahu bahwa hatiku tak akan terbagi untuk yang lain. Kaupun berkata begitu, kan? Please say yes! Haha…

 

Lots of love,

Christian

Christian page 1

Posted April 19, 2012 by evta
Categories: Work

Christian,

Hari ini pertemuan kita setelah beberapa bulan lalu kau mengantar ku di pangkalan bus untuk menuju Toraja, seingatku kala itu aku mengajak mu, namun karena kesibukan mu di Gereja membuat mu sulit untuk mengatur waktu, aku pun mengingat kau mengantarku hingga di bus memastikan tempat duduk ku dan mungkin saat itu kau menitipkan aku di salah seorang penumpang.Hari ini aku bertemu dengan mu, dengan sayap di sebelah kiri mu, aku suka membayangkannya, aku akan tertawa terbahak-bahak. Sebentar lagi kamu akan menjadi pendeta, bukan lagi seorang kaviar aku tidak tahu maknanya, besok aku akan bertanya dengan mu mungkin mencatat beberapa hal yang harus ku ingat untuk istilah-istilah yang sungguh asing bagiku.

Hari inipun aku bertemu dengan orang tua mu, mereka sangat baik, sesekali ayah mu tampak memperhatikan aku, terlebih saat kau mengatakan bahwa aku adalah calon menantunya, wajahnya tampak kaget, pertemuan itu membuat jantung ku berdegup kencang, terlebih ketika kawan mu seingat ku namanya tante Doris menanyakan di mana gereja tempat aku beribadah, aku mengalami shock dan spontan ku menjawab gereja di jalan Cenderawasih, untunglah kau menambahkannya GBK Zaitun, sesungguhnya aku tak tahu itu sayang, ketakutan muncul kalau-kalau tante Doris menanyakan lebih banyak dan penyamaran ku akan terbuka.

Aku memperkenalkan namaku Aurora, mereka tidak tahu di belakang ” Aurora” ada Fatimah. Aku merasa bersalah dengan kedua orang tua mu dan jemaat mu saat aku berpura-pura sebagai seorang kristiani  sementara aku sesungguhnya Muslim, namun cinta ku terlalu besar untuk mu Christian.  Bukan kah Tuhan itu sama, hanya cara kita saja yang berbeda dalam menyebutnya, aku yakin atas nama Tuhan ku, aku memiliki cara tersendiri dalam mencintai mu.

Aku mengingat saat kau menunjuk anak-anak yang sedang berlarian di dalam mesjid, dan kau mengatakan “they are so beautiful”  dan saya menoleh, ku katakan “who are darling?”, kamu menoleh ke arah jendela mobil “mereka anak-anak yang menunggu adzan, kau melanjutkan perkataan mu sembari menoleh ke arah ku yang sedang menyetir sambil menggapai jemari ku, “sebaiknya kau singgah dulu untuk sholat magrib, aku akan menunggu mu di mobil sayang”, aku tersenyum, ku balas gengaman tangan mu dan menatap mu dalam.

sesungguhnya ini bukanlah pegalaman pertama saya untuk mengikuti kegiatan misa atau doa dalam kelompok kristiani, saya sering mengikuti misa di Toraja, dan beberapa kali sewaktu di Whitesburg dulu, namun inilah pertama kalinya saya mengikuti doa dengan begitu khidmat dan berpura-pura sebagai seorang kristiani yang taat, aku memejamkan mata disamping mu sesungguhnya aku takut jika para jemaat mulai bertanya tentang diri ku, aku tak tahu harus menjawab apa, untungnya isu vegertarian itu menyelamatkan ku, bahan pembicaraan sebagai seorang vegetarian membuat mereka tertarik dan lupa menanyakan kegiatan keagamaan ku.

akupun ikut bernyanyi bersama mu, walau sesungguhnya aku sama sekali tidak tahu nada kiduan yang sedang dinyanyikan, aku hanya mengikutimu, aku tahu sesekali kau menatap ku, mengkhawatirkan diri ku, kamu juga tampaknya khawatir penyamaranku terungkap, tapi tidak, aku mampu melewatinya bukan?

Sayang ku Christian, aku selalu yakin kau akan menjadi pendeta yang baik nantinya penuh kasih dan aku selalu bangga akan hal tersebut. Aku selalu jatuh cinta melihat mu saat memimpin doa, kau begitu khusyuk dalam berdoa, selalu berucap syukur atas segala karunia dan nikmat Tuhan, dalam agama ku pun aku selalu diajarkan untuk selalu bersyukur, dan kupikir ajaran Tuhan selalu sama, aku selalu bertanya mengapa agama bisa menjadi sumber perpecahan, pertengkaran dan pertumpahan darah, padahal semuanya mengajarkan sejatinya kita sebagai ummat-Nya harusnya saling mengasihi. 

sayang ku Christian aku akan selalu menunggu mu, saat – saat kita mewujudkan mimpi-mimpi kita bukankah kita berjanji untuk mendaki gunung Rinjani bersama, melakukan perjalanan bersama, aku akan menunggu saat-saat itu. dalam setiap sujudku selalu ada namamu ku ucapkan, meminta kepada Tuhan dalam setiap sholat ku agar kiranya engkau di lindungi, akupun tahu dalam setiap doa mu kau selalu menyisipkan nama ku untuk di lindungi oleh-Nya.

Demikianlah kekasih ku, semoga di tempat tugas mu yang baru nanti kau akan berjaya dan belajar untuk bisa menjadi pelayan umat yang welas kasih, “my prayer and my love always in you”

Dari ku

Kekasih mu,  Fatimah

Gelisah

Posted March 23, 2012 by evta
Categories: personal

23 Maret 2012

Selalu saja terjebak dengan kebiasaan yang tidak jelas, selalu saja menghrapkan sesutu yang sulit untuk dipercaya, aku beranjak berhenti untuk peduli dengan perasaan kepemilikan yang sangat tidak beralasan ini, saya memilih untuk tidak membuatny alot seperti hubungan ku sebelumnya, kali ini kuputuskan untuk membuatnya berjalan sangat pelan lambat dan tidak terekspos biarlah kami saja yang mengetahui kalau hubungan ini berlangsung dan selebihnya kuserahkan pada Tuhan dan waku.

Kami terjebak antara perbedaan waktu, benua dan adat, budaya, bahkan agama kami begitu berbeda. Aku harusnya tidak berharap lebih dari seorang laki-laki yang ku kenal hanya dalam line chating dan email walau kami pernah bertemu sebelumnya tapi cukuplah waktunya kembali ke dunia nyata yang membuat saya harus bertahan dengan pekerjaan dan cita-cita yang masih terus ku bangun. Aku bertahan dan bertahan karena aku mencintai mu lebih dari line chatingan dan email-email mu, aku hanya memegang teguh itu, seperti kata mu ” Please don’t give up sweetheart”

Namun hari ini aku benar-benar give up untuk terus menghubungi mu, aku yang terus menanti sapaan hangat mu di line chat dan email mu.

Salam Menanti!!!

Happy Feeling and Hope

Posted March 20, 2012 by evta
Categories: personal

20 Maret 2012

Pasang surut sebuah hubugan seringkali menyakitkan, merasa sunyi dan tiba-tiba merasakan kebahagiaan bukan tanpa alasan dan inilah waktunya kau bertanya pada hati mu. Keraguan seringkali menghantui dalam komitmen namun hidup bukanlah untuk diragukan buat saya kehidupan lebih dari sekedar rasa sunyi, dan bahagia tetapi di dalamnya ada harapan.

Hidup merupakan sebuah harapan, harapan untuk lebih baik, tidak ada orang yang pernah beraharap hidup nya mengalami kegagalan, namun sebaliknya, tetapi percayakah bahwa keraguan seringkali menghadang, jangan pernah ragu dalam hidup ini yakinlah bahwa hidup akan lebih baik, dan usahakanlah itu berusahalah di segala waktu bahkan di masa-masa suram dalam hidup mu, tetap lah yakin bahwa semuanya akan berlalu bahagia, kesendirian, dan kesedihan hanyalah peasaan sementara waktu dan sesungguhnya semua bisa diupayakan.

Salam Bahagia!!!

 

Waktu

Posted February 18, 2012 by evta
Categories: personal

Hari ini tiba-tiba mengingat masa-masa di Whitesburg, saat itu aku menelpon ibuku tepat pukul 11 Malam waktu Kentucky, nada panggil cukup lama berdering di telingaku, lalu terdengar suara di seberang gagang telepon, suara itu begitu dekat dan begitu ku kenal tiba-tiba rindu memuncah, ibuku mengangangkatnya dan suaranya sembab seperti baru bangun tdari tidurnya, aku berkata “Assalamu Alaikum ma’, ini Eva” mama ku diam sejenak ” heee Nak,” diam lagi, ku banyangkan wajahnya pasti saat itu dia menangis Ibuku selalu terharu dengan kegilaan ku, itulah hasil akhirnya tangis haru.

Ku sapa kembali dengan menanyakan waktu di Indonesia/ Makassar saat itu, katanya ini pukul 5 pagi WITA, dan dia baru saja bangun untuk sholat subuh, dia menanyakan apakah aku tidak lupa sholat, ku katakan iya, walau terkadang aku menjamak seluruh sholatku dalam satu waktu. Ibuku hanya selalu mengingatkan ku untuk taat beribadah dimanapun berada sesulit apapun kondisinya, dan walau kadang meninggalkannya aku tetap selalu merindukan sholat dan bersimbah air wudhu selalu segar dan selalu damai setelah perjumpaan dengan-Nya.

Aku lama tidak bertemu ibuku dan keluarga di Makassar hampir setahun karena keberangkatan ku langsung dari Jogyakarta tempatku menimba ilmu kala itu, berjuang menyelesaikan gelar master ku di bidang psikologi. Keberangkatan ku ke Amerika hanya diantarkan oleh teman-teman se kos. Setelah pulang dari negera ini aku akan terus pulang ke Makassar kata ku pada ibuku, tetapi aku akan mampir dulu di Jakarta mungkin sekitar seminggu ada pekerjaan yang menanti di sana aku harus melakukan interview psikologis kepada kandidat Eagel Award.

Ibuku diseberang masih menceritakan keadaan setahun di rumah, dan aku menyelah untuk menghentikan segara pembicaraan aku janji akan menelpon lagi setelah membeli kartu telepon. Kami menutup telepon dengan salam dan tak lupa mengatakan “dada mama, miss you mom” dia membalasnya dengan kata “dada” yang sangat kaku tidak biasa buat dia dan ku yakin dia masih menangis haru.

Sehari lebih cepat di Indonesia di bandingkan Amerika kataku, setelah keluar dari ruangan telepon kepada teman-teman yang juga sedang mengantri untuk menelpon keluarganya di Indonesia. Aku menelpon dua orang waktu itu yang pertama ibuku dan yang kedua adalah mantan pacar ku yang waktu itu jujur saja masih belum bisa kulupakan. Kami selalu melakukan teleponan hingga kini seingatku ketika dia juga berada di luar negeri dia juga seringkali menelponku kami adalah mantan kekasih yang sangat bersahabat.

Kali Ini perjuangan melwan perbedaan dan mencari celah dari perbedaan waktu antara dua benua ini kembali ku rasakan, Pagi ku selalu menjadi lebih indah dengan percakapan ringan antara dua benua ini, demikian halnya dengan waktu tidurnya lebih hangat dengan percakapan singkat dalam pesan singkat yang ku buat untuknya, Internet lebih memudahkan segalanya kali ini.

Saya menikmatinya dan kusebut ini adalah bagian dari energi positif untuk menjalani hari, thank you for being there, dan tentunya saya berharap dari percakapan ini ibuku bisa kembali menangis haru karena kegilaan ku.

Menunggu waktu dan ruang yang sama dengan mu be*together!!!

Salam Waktu!!!

Doa Tersirat / Implied prayer

Posted January 20, 2012 by evta
Categories: personal

Tags:

Banyak doa yang ku panjatkan hari ini, walau hari ini hanyalah penanda waktu yang disepakati untuk memperingati keberadaanku. Semoga kebahagiaan selalu mengiringi langkah kecil dan menuai keindahan yang beribu-ribu kebahagiaan di dalamnya. Menjadi lebih baik dan memahami sisi kehidupan sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk bertemu demgam kekasih Sejati, pencipta kehidupan ini.

walau semakin hari kurasakan aku semakin kehilangan arah, tapi yang kutahu dalam kehilangan itu ada sebuah proses pencarian untuk lebih memaknai sesuatu yang lebih hakiki.

walau semakin waktu tampaknya aku jauh dari Mu, namun yang ku tahu aku selalu menyebut mu dan merasakan keberadaan mu dalam setiap syukur dan pengaduan ku atas segala bentuk perasaan yang menghinggapi hidup.

walau tampaknya aku semakin jauh dari keinginan untuk mengikatkan diri dari makhlukmu bukan berarti aku tak menyanyangi sesama ku, tetapi aku hanya ingin menjaga hati untuk tetap selalu berada di Jalur yang telah ku pilih.

Walau terkadang aku nampaknya begitu menikmati hidup dan seakan-akan akan hidup selamanya yang ku lakukan hanyalah menghargai pemberian Mu, tidak berarti ku meninggalkanmu, Aku hanya ingin berbagi banyak hal dengan sesama seberbeda apapun aku dan dia, karena perbedaan engkau yang menciptakannya.

Aku hanya ingin menjadi diri sendiri, tidak berbeda dari orang lain, tapi hanya ingin menjadi seseorang yang lebih bertanggungjawab atas segala pilihan hidup.

selamat hari Jadi, 21 Januari 2012

Eva

Today many prayers that I pray, even though today  is only a marker to commemorate the agreed time being. May happiness always in small steps and reap the beauty of thousands of happiness in it. Become better and understand the side of life as part of a long journey to meet with the true love, the creator of  life.

although the day I felt I was getting lost, but I know the loss that there is a search process to better make sense of something more essential.

though the time seems to me far from You, but I know I always call you and feel your presence in every thanksgiving and my complaint for any feelings that descend alive.

though it seems I’m getting away from the desire to bind themselves from others not mean I do not loving my fellow, but I just want to keep the heart to remain always in my path has been chosen.

Although sometimes I seem to so enjoy of life and as if it will live forever what I do is appreciate your gift, does not mean I leave you, I just wanted to share many things with each other as different as any I and him, because of the differences you created it.

I just want to be myself, no different from anyone else, but just want to be someone who is more responsible for all life choices.

So Good-day, January 21, 2012

Eva

2011-2012

Posted December 31, 2011 by evta
Categories: Uncategorized

Tags: ,

Suara petasan silih berganti meramaikan malam ini, malam pergantian tahun 2011 menuju 2012, kadang-kadang jantung saya serasa mau copot karena bunyi-nya, saya selalu terusik dengan keramaian dalam bentuk apapun juga. seringkali saya menghindari kerumunan orang hanya untuk merasakan sepi, malam ini adalah salah satunya saya memilih untuk tidak keluar, selain alasan jalanan pasti macet di sana-sini, saya harus duduk manis di depan komputer menyelesaikan pekerjaan yang kejar tayang.

secangkir kopi panas sudah jadi, dan saya masih tetap belum beranjak dari pencarian informasi beasiswa Ph. D ada banyak bertebaran dimana-mana hanya saja kajian researchnya tidak sesuai dengan bidang yang kutekuni, sebenarnya gampang saja membanting stir dan mengambil jurusan yang tersedia coba-coba aja kalia ja berhasil.  saya berharap di tahun 2012 ini saya sudah bisa kembali melanjutkan studi saya ke jenjang Ph. D, kandidat doktor.

selain itu saya ingin melakukan traveling ke beberapa tempat salah satunya pulau Togean, mungkin mencari travel mate di Couchsurfing.org bisa membantu dan membuat perjalanannya semakin menarik. ada banyak agenda yang harus diselesaikan di malam ini salah satunya menyelesaikan CBHRM untuk QC depatment, menjadi konsultan psikologi di sebuah perusahaan tidak mudah apa lagi mengerjakannya semuanya sendiri, trankrip data hingga menyusun dalam bentuk CBHRM susahnya setengah mati.

tahun 2011 merupakan tahun yang menyenangkan saya banyak melakukan perenungan dan mencapai keberhasilan tentunya demikian halnya dengan kegagalan tapi, selalu saja kegagalan punya makna tersendiri untuk menjadi cikal bakal keberhasilan saya pun bertemu dengan orang-orang yang sungguh mengesankan, memiliki keluarga angkat di Toraja, sahabat dan partner penelitian yang sekarang berada di California sedang menyelesaikan post doctoralnya dan kekasih singkat yang telah memberi banyak perenungan tentang makna hidup denganku, entah dimana dirinya sekarang mungkin telah tiba di Australia atau kemungkinan masih di Bali dia akan berkeliling dunia dan entah akan mengakhirinya kapan, semoga menemukan waktu untuk kembali bersua dan saling menatap penuh harap untuk bisa saling menjamah batin. selain itu para mahasiswa ku tercinta rekan berbagi dan belajar bersama, sangat menyenangkan bisa berbagi dengan mereka semua. dan untuk sahabat yang senantiasan mengirimkan kartu pos dalam setiap perjalanannya, terima kasih telah terlibat dalam Reinventing SElF project ini.

untuk itu karenanya saya selalu bersyukur akan segala kebaikan Tuhan denganku, demikian halnya saya berharap untuk tetap bisa menjaga kestabilan hidup ini, berada di jalan kesendirian, sebuah perjalanan spiritual yang sunyi karena hanya melibatkan diri ku dan Tuhan ku.  dan tak lupa aku berharap akan lebih konsisten dalam memilih dan memutuskan sesuatu. AMIN

November-December

Posted December 21, 2011 by evta
Categories: Uncategorized

ada perjalanan yang gegap gempita, ada kekuatan yang selalu mengiringi langkahku

menyulam cinta, menjalin kisah, merajut asa untuk membuktikan sesuatu, walau kehidupan ini llusi patutnya bersyukur akan semua ilusi tersebut. kelahiran dan kematian merupakan kenyataan selebihnya hanyalah iusi hidup termasuk segala hal yang kita miliki dalam hidup ini, jadi nikmati hidupmu…

november – december ini merajut impian dengan mu yang tak pernah merenungkan menjalin kisah utuh denganku, namun harapan itu semakin kuat seiring munculnya kesadaran akan dirimu yang tak akan pernah tinggal di sisi ku, karena kita para petualang ilusi..

aku mencintai mu bulan…

Kisah

Posted December 8, 2011 by evta
Categories: personal

Kisahku di mulai hari ini, ketika kau meninggalkan ku, meninggalkan kota ku, ketika kau mengecup bibirku persekian detik dan menyatakan akan menemukan ku kembali di suatu tempat nantinya.

Kisah ini dimulai, kisah yang membuatku terus jatuh cinta denganmu, mencintaimu saat mengharapkan kehangatan mu, pelukan mu yang selalu membuatku merasa damai.

Aku jatuh cinta dengan email-email yang kau kirimkan, selalu menjebakku untuk terus melihatmu dari jauh dari tempatku ini mendengar rekaman musik aneh di telingaku aku sama sekali tidak memahami aliran musik yang kau berikan untukku.

 Aku tidak mencintai orang yang salah, Tuhan mempertemukan dengan-Nya selalu punya alasan tersendiri, demikian ku menjalani hidup ini dengannya dan beginilah kisahku yang ku bangun dengannya.

Lintasan Waktu

Posted September 20, 2011 by evta
Categories: personal

Pohon itu tumbuh bersama, menghalau angin dengan dahan yang saling bergandengan, akarnya pun saling merambat bagai sepasang jemari yang sedang merajut kasih di tengah syahdunya kegelapan.  Kenangan itu bagai pohon yang tumbuh bersama merambatkan jemari satu sama lain agar merasakan kehangatan di tengah malam yang dingin dan gelap. Sesekali ingin menghirup udara agar jemari itu tak lengket, namun lintasan waktu selalu menjadi sirkuit indah untuk merajut hati yang telah luka terbalut asa.

Waktu mungkin memanglah kendaraan dengan kapasitas mesin yang memiliki kualifikasi mesin dengan  CC yang tak terhingga untuk melintasi sirkuit indah nan pilu menyayat hati. Lintasan itu tak selalu mulus seperti layaknya sirkuit yang kita kenal ada kalanya tikungan menukik tajam saat itu daya ingat mu akan melebihi kapasitasnya dan secara otomotis siluet yang semakin lama mulai menapakkan gambar jelas tentang-nya.

saat itulah jantung mu akan memompa darah dengan sangat kerasnya, otak mu mulai menggali dengan kekuatan super ngebor kenangan, asosiasi bebaspun kau jalankan dan akhirnya perasaan terbuang, sepi dan sakit membuatmu semakin menikmati lintasan waktu itu, Tancap gas semakin lama kecepatan penuh membuat terbang di atas sirkuit, kendaraan mu harus kau hentikan dengan gambaran lain, REM dan lakukan pergantian persenelan dengan pelan.

pelankan dengan pergantian persenelan…pelankan,…

Salam Tancap!!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.