Masih

Berkeliling ku mengitari waktu untuk terus berjuang mengikuti arus-Nya, alasannya sederhana hanya untuk menemukan ketentraman hati meninggalkan kehampaan. Ku urai satu persatu lembaran hidup yang telah ku lalui walau tak banyak hal yang terjadi namun sesungguhnya semuanya patut ku syukuri, kehidupan memanglah “sesuatu yang sepatutnya” kehidupan begitulah adanya kadang kala kau harus melakukan kesalahan untuk menemukan sebuah kebenaran.

Mungkin akan lebih baik jika ku terus merekam hal-hal yang sulit dipahami olehnya, aku hanya ingin membuktikan kebahagian akan selalu menghampiriku karena aku selalu merasa bahagia.

begitulah aku mencoba merasionalisasikan waktu yang terus bergulir bersamamu walau hanya dalam harapan semu tak berbalas.  Mimpi terbesar ku saat ini hanyalah ingin meninggalkan waktu dan mengitari ruang yang tak bersama mu. Namun dapatkah aku menghindari mu karena kepalaku hanya penuh tentang mu. Kehilanganmu karena akulah yang memintanya, keyakinan ku rapuh saat memulainya hingga kaupun goyah untuk ku kuatkan lagi di saat aku menemukan kata “NEKAT” bersama mu.

Kau saat ini menemukannya seseorang yang jauh lebih menghargaimu, “mungkin” . Aku sedang melupakan mu di balik setiap perjalanan ku, di setiap tempat yang kudatangi tetapi aku terlanjur mencintaimu.

Dia lebih baik, lebih sepadan dengan ku lebih mampu mengimbangiku dan mungkin dia lebih bisa memerdekakanku ketimbang dirimu yang terlalu mencintai kebebasanmu, mungkin dia lebih mampu menerima keadaanku yang lebih dominan.

Atau dia tidak mampu mengalahkan mu untuk memenangkan hatiku, aku sendiri tertegun namun inilah hidup Tuhan memberikan pada apa yang  benar-benar kita inginkan dan kamu bukanlah jawabannya selalu itu ada dalam benakku saat menjalaninya bersamamu.

Mengitari waktu semoga di masa nanti jika umur ini masih panjang bisa bertemu dengan mu kembali dan memberikan senyum termanis ku dan pelukan terhangat sebagai tanda perpisahan sejati…

“mengingat mu, yang terkasih dan tersayang”

salam Melow!!!

Explore posts in the same categories: Uncategorized

One Comment on “Masih”

  1. vivin Says:

    manusia membuat kenangan bukan untuk dilupakan tapi untuk jadi kenangan itu sendiri…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.