“Dia yang lupa menikahiku”

Pertemuan hari ini dengan teman-teman kuliah dulu membawa sepenggal kisah yang kami tertawakan bersama. Pertemuan teman-teman kali ini membahas persoalan kesendirian yang kami alami, problema putus di usia produktif menikah dan kondisi “awas” kata orang-orang. Beberapa diantara kami ditinggal kawin oleh kekasihnya, ada juga yang diputuskan dengan berbagai alasan, ada juga yang dengan senang hati menunggu datangnya yang terbaik “semoga bukan lelaki bercadar itu” kira-kira persoalan lelahnya menjawab pertanyaan orang-orang di sekitar kami “kapan kawin” dari semua jawaban jawaban kak wiwi lah yang paling menyentuh, dan membuat kami terpingkal-pingkal tertatawa, katanya jawaban ini pernah menjadi status facebook-nya dan alhasil berpuluh-puluh kawan yang memberi comment, aku sendiri tidak sempat membaca status itu.

“Jangan sampai lupa menikah” kata si penanya…

” bukan aku yang lupa menikah, tapi laki-laki itu yang lupa menikahiku” jawabnya.

saya tidak habis pikir jawaban itu bisa begitu lucunya, tapi setelah di telaah makna kalimatnya memang betul laki-laki lah yang lupa menikahi kami, jika pernah mendengar janji akan menikahi mu, jangan percaya sekalipun itu adalah laki-laki yang sedang kau kencani, pernikahan bukanlah sesuatu hal yang bisa dijanjikan, apa lagi hanya dengan mulut itu sama halnya membangun menara pasir di bibir pantai, ombak akan merubuhkannya.

Laki-laki yang menjanjikan sebuah pernikahan sekiranya patutlah diwaspadai, jika seorang laki-laki dengan mudahnya berjanji untuk hal yang sesakral pernikahan lebih baik pergilah menjauh sebelum dia mengoyak-ngoyak jantungmu dan membuat otak mu berpikir keras mencari kesalahan mu terhadapnya.

Tidak ada yang bisa menjajikan itu, ada baiknya setialah menunggunya yang telah di Janjikan oleh Tuhan padamu.

sekali lagi bukan aku yang lupa untuk menikah, tetapi dialah yang lupa menikahiku (melupakan janjinya).

Salam Janji!!!

Advertisement
Explore posts in the same categories: Uncategorized

5 Comments on ““Dia yang lupa menikahiku””

    • vivin Says:

      “Dia Yang Lupa Menikahiku…..” hmm banyak hal yah kak yg terjadi….tapi terkadang bukan cuman dia yang lupa menikahiku.. tapi terkadang kita sendiri yang lupa kalau dia pernah berjanji untuk menikahi kita……
      hmmmmmm… let to think…. why we (Women) never say for some One like this “Would you marriage me?” …. tapi ambigu juga karena katanya kita itu “Perempuan”….jadi kalau menurut saya sebelum dia lupa, tugas kitalah untuk mengingatkan dia…..karena menikah adalah proses tanya jawab dari dua individu….Lelaki dan Perempuan…
      Bravo yah kak tulisannya keren….inspirate for me… for…….make him rember to marriage me

  1. evta Says:

    thank you all, iya vin maka ingatkan sebelum lupa massal, hehehe tapi yang namanya jodoh tanpa diingatkan pun dia yang bakal ngejarrr…

  2. bandranga Says:

    …mungkin bukan dia yang lupa menikahimu tapi karena harga/biaya untuk menikahimu terlampau tinggi sehingga dia pura-pura untuk lupa menikahimu…

    • evta Says:

      Kalau alasannya itu sepertinya niatnya masih dangkal demikian halnya dengan segala keseriusannya, pernikahan bukan harga tapi komitmen yang diyakini dan dilakoni…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.