Beasiswa Abroad

in sany beach, Greece 2013
in sany beach, Greece 2013 as Erasmus Mundus Student For Panacea Program.

Keliling Dunia karena Beasiswa.
By: Patmawaty Taibe

Banyak yang bertanya ke saya bagaimana caranya mendapatkan beasiwa ke luar negeri, dan sayapun selalu bingung menjawab pertanyaan ini. Karena menurut saya, beberapa kali mendapatkan beasiswa ke luar negeri, seperti Amerika, Malaysia, China dan Eropa (Greece) benar-benar sebuah keajaiban, bisa berkeliling semi gratis di belahan benua lain di bumi ini bermodalkan aplikasi untuk suatu workshop, conference hingga sekolah lagi, benar-benar diluar perkiraan saya.

Namun setelah merenung, melewati puluhan airport di dunia saya akhirnya bisa memberikan sedikit jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan, karena saya melakukan meta analisa data soalnya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk mari ditelisik apa aja yang manjadi hal penting menurut saya.

1. Rajin Browsing
Ada banyak program beasiswa internasional ataupun dalam negeri banyak bertebaran dimana-mana seperti misalnya program mobility exchange (biasanya ini buat undergraduate) kebanyakan beasiswa dari Eropa (Erasmus) untuk program ini besar peluangnya alias banyak ditawarin, jadi rajin-rajin baca pengumuman di kampus apalagi yang kuliah di universitas yang punya kerjasama internasional gitu. Gimana yang tidak, berdasarkan pengalaman sendiri adalah rajin-rajinlah browsing di internet atau kalau udah punya impian akan beasiswa tertentu seperti Erasmus atau Fulbright atau Aminef atau ADS, rajin-rajinlah mengunjungi websitenya, saya biasanya menghabiskan waktu seharian full untuk membaca announcement dan requirements dari suatu beasiswa.

2. Tertib Administrasi
Hal ini merupakan faktor utama bagi saya, setiap beasiswa punya requirements tersendiri, persyaratan yang harus dipenuhi, namanya juga beasiswa yah banyak peminatnya lah, jadi kiranya harus diingat bahwa Beasiswa sama dengan kompetisi, dan yang daftar tentunya orang-orang yang need achievement tinggi, otomatis mereka adalah petarung intelek, jadi siap-siap menjadi petarung sejati dalam hal ini. Untuk menjadi petarung intelek kita harus tertib administrasi, semua dokumen yang diminta oleh pemberi beasiswa harus dipenuhi dan disesuaikan dengan persyaratannya, biasanya untuk lanjut sekolah lagi berkas wajib yang harus disediakan Ijazah, transkrip, CV, Cover letter, TOEFL/ IELTS yang nggak expired, Passport, Reference letter (dari dosen pembimbing kita sebelumnya atau bos deh kalau yang udah kerjanya, pokoknya nggak boleh dari keluarga dan teman dekat, biasanya pemberi reference letter dari orang yang pernah bekerja sama dengan kita dalam suatu project, mau research or community project tergantung dari bidang kita lah). Untuk S3 nambah lagi proposal research biasanya cuma 3-5 halaman plus akan sangat bagus kalau udah punya professor yang bersedia menjadi Advisor research kita.

Buat daftar conference atau workshop ini lain lagi ceritanya saya banyak mendapatkan beasiswa research dan workshop singkat karena aktif di komunitas dan net work dengan lembaga-lembaga donor, semakin related kerja sosial kamu dengan background pendidikan kamu akan semakin menjadi nilai jual buat mendapatkan beasiswa ini. Jadi jangan males-males berbagi dengan sesama sekecil apapun yang kamu lakukan di komunitas itu akan sangat berharga.

Jangan lupa pandai-pandailah membuat CV, di internet ada banyak contoh model CV yang, kalau daftar beasiswa Eropa coba cari Europass deh, setiap persyaratan biasanya mereka meminta untuk membuat CV dengan standar Eropa dan jangan panjang banget buat CV-nya sesuaikan dengan kebutuhan beasiswa saja, demikian halnya dengan cover letter, sesungguhnya ini seperti personal statement, seberapa clear kamu dalam beasiswa yang kamu ajukan dapat terlihat dari cover letter ini, jadi sekali lagi browsing gimana caranya buat cover letter.

Terakhir perhatikan cara pengiriman berkas, apakah melalui email, atau upload langsung ke website dengan cara membuat account terlebih dahulu tentunya, atau harus dikirim via Mail, or E-mail ini harus diperhatikan baik-baik, banyak yang gagal karena ini, sebaiknya kirim berkasnya sebulan sebelum deadline biar ngak keburu, banyak loh yang gagal karena telat ngirim jadi berkasnya nggak di review lagi oleh tim penyeleksi (tapi saya sering telat juga ngirim hehehheeโ€ฆdan yah gagal lah apalagi kalau itu harus dikirim via Mail).

Terakhir, ini resep spesial dari saya, setelah ngirim lupain kalau kamu pernah daftar beasiswa ini, but keep wishing loh yahhhโ€ฆ hal ini membuat kamu terus mengirim dan nggak pernah lelah dengan yang namanya daftar daftar and daftar, entar kalau dapat pengumuman sisa atur jadwal aja (Sumpah ini keren banget deh, saya pernah ribet ngurus jadwal apalagi kalau dapat beasiswa workshop atau conference bersamaan itu excited banget dehhh, kemarin aku sempat jalan-jalan dari Amerika langsung ke Australia karena conference dan enaknya saya bisa request buat tiket baliknya langsung ke Melbourne).

3. TOEFL
Tanya deh yang pernah dapat beasiswa keluar negeri gimana dengan bahasa inggris, TOEFL harus segini, segitu, yah diatas kertas emang kita harus bisa buktiin kalau TOEFL kita 550 atau lebih, tapi jangan minder dulu, dari pengalaman saya yah bahasa ingris ini pentinglah buat komunikasi tapi jangan khawatir kalau kita tidak sesempurna penutur aslinya, karena itu susah banget yah disamain, mengacu pada pengalaman saya, saya terus memperbaiki bahasa inggris saya seiring mendapatkan kesempatan berkeliling ke beberapa negara dan bergaul dengan orang dari berbagai Negara khususnya penutur bahasa inggris, jadi jangan mundur cuma karena bahasa inggris dan urusan TOEFL. Terakhir rajin-rajinlah menonton siaran berbahasa inggris, film tanpa subtitled akan sangat meningkatkan kemampuan kita dalam listening English.

4. Personality
Menurut saya hal ini lah yang paling krusial dalam berhasil tidaknya kita dalam menjalani beasiswa abroad, biasanya orang-orang yang mendapatkan beasiswa ini adalah orang yang secara seleksi alam mampu beradaptasi dengan baik ditengah keragaman, perbedaan dan situasi yang baru. Kemampuan ini akan membuat kita lebih survive untuk menjalani hari-hari kita di negeri orang. Beberapa pemberi beasiswa ada yang melakukan interview sebelum menentukan penerima beasiswa, nah just be your self, jangan mau terlihat berlebihan tapi tunjukkan kalau kamu memang pantas, jangan minderan, or gugup, namanya juga beasiswa kalau nggak dapat berarti belum rejeki bukan berarti kita nggak mampu, coba lagi dan coba lagi. Selain interview biasanya berdasarkan references, saya bisa mendapatkan beasiswa dua kali dari Amerika Serikat karena References. Jadi jika udah mendapatkan beasiwa bekerjalah, belajarlah dan berikan sumbangsih terbaik kamu untuk program yang kamu ikuti karena ini akan menjadi good record buat kamu. Percayalah menjadi polite person (verbal or non verbal behavior), nurut aturan dan respek terhadap aturan tesebut adalah value universal yang semua orang menghargainya mau dari belahan bumi manapun, budaya apapun, agama apapun nggak beragama sekalipun.

5. Keep dream and make it happen = Lucky
klise emang, tapi saya membuktikan mimpi punya power yang kuat dalam hal ini, Ibu saya pernah bilang ke saya kalau saya itu mimpi nggak tidur sewaktu saya bilang mau keliling dunia dan sekolah diluar negeri, tapi sekarang saya membuktikannya kalau saya nggak sekedar mimpi ke beliau, jika kamu terus berharap dan bermimpi maka ini akan memacu kita untuk mewujudkannya, jangan menyerah karena pasti ada yang namanya gagal, nggak semua bisa kita penuhi atau kita raih tapi yakinlah bahwa didunia ini segala sesutuanya bisa diupayakan, sisanya kita serahin sama Tuhan yang maha memiliki (kesannya spiritualistic yah, hehehhe saya orang yang meyakini ini soalnya, dan I proved it). Dan karena inilah saya bisa menjelaskan bahwa sesungguhnya keberuntungan itu bagian dari mimpi yang terwujud โ˜บ

Advertisements

14 thoughts on “Beasiswa Abroad

Add yours

  1. Sngat inspiratif k’,,, nda sia2 pergi beli kamera di MARI.. hhehe,,, good job dech,,, dream,belive and make it happen (nyontek slogan’a agnezmo) miss you k’,

  2. HOHO…miss Eva…how are you??ak msh inget jd interviewer brg dirimu trus ak jg msh inget lagu Janji Hati Memes yg memorable bgt bagimu ityuuuu…:)so,how’s life bu??

  3. Thank God for these great Advices and thanks to U, Kak Eve. Kapan ya bisa berguru langsung dengan kamu, Kak ?! Salam, Radlia Mardin. ๐Ÿ˜€

  4. Tulisan di atas sangat menginspirasi terutama pribadi sy, Thanks Kak atas tulisanx Insya Allah sy akan mencoba,, hehehe. Doain yee,, hehehehe ๐Ÿ™‚
    GooD LucK kak..

  5. tidak nyesal sy pernah jadi anak bimbinganx kak epa. jd, kapan kak qt bolak-balik kantor imigrasi lagi ? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: