Partner in crime

Cross Culture Psychology in Singapore
Cross Culture Psychology in Singapore

Mungkin agak nekat mengajari mahasiswa saya traveling ala backpaker yang serba murah meriah namun kaki pegal dan gempor, sudah lama saya mengasuh mata kuliah psikologi lintas budaya, sejak tahun 2010 sejak dimulainya karir saya sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar. Sejak mengajar mata kuliah ini saya suka menyelipkan field trip sebagai bagian dari proses perkuliahan, kalau di awal-awal hanya memberikan tugas kepada mahasiswa untuk mengambil data pada subjek yang memiliki latar belakang budaya berbeda sebagai tugas akhir, kemudian berkembang menjadi field trip ke Toraja, mengikuti acara adat dan kemudian mereka diminta untuk menuliskan pengalaman dalam versi ilmiah disertai kajian literature, mist and mach data-data yang mereka dapatkan di lapangan.

Untuk tahun ini saya mulai berani untuk mengajak mereka untuk lebih liar yakni dengan melakukan traveling ke tiga negara, Malaysia, Singapore dan Thailand, saya tahu ada beberapa mahasiswa yang masih menganggap ke luar negeri itu adalah hal yang sulit, beberapa terkendala dengan bahasa serta kekhawatiran untuk survive di negara orang juga tentunya biaya yang selalu dianggap mahal, well then akhirnya saya memutuskan hal ini, mengajarkan mereka mewujudkan mimpi imposibble mereka melalui hal sederhana tentu saja dengan action.

Mulailah saya dan beberapa orang mahasiswa yang sudah berpengalaman traveling ke negera tujuan merancang itenarary kami, memburu tiket murah untuk 20 orang dari hari ke hari, untuk tiga negera kami menganggarkan 3.000.000 IDR per orang, dan karena kami tidak menggunakan jasa travel maka segala pengeluaran bisa ditekan sedemikian rupa.

tas favorite
tas favorite

Dengan bermodalkan aplikasi travel ala backpacker kami melakukan segala sesuatunya on the spot. Tidak mudah ternyata menjadi penanggungjawab bagi 20 orang yang sebagian besar belum memiliki pengalaman traveling abroad. Saya terbiasa melakukan perjalanan seorang diri, apa-apa dieksekusi seorang diri, tidak harus menunggu, saya belajar menjadi lebih efektif dan efisien melalui traveling. Namun traveling dengan 20 orang oh God kamu harus menunggu dan tidak semua orang bisa mengikuti ritme mu.

Sebelum berangkat saya mengingatkan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak membawa barang banyak cukup satu backpack dan tas kecil untuk menyimpan pasport dan uang serta dokumen penting, saya sendiri hanya berangkat dengan satu tas kecil yang bisa mencukupi kebutuhan saya selama 8-10 hari. Namun setelah tiba di bandara saya melihat mereka dengan tas punggung yang lumayan berisi dan dijamin akan membuat mereka kelelahan khususnya di daerah pundak, tapi ketika melihat mereka saya melihat diriku 10 tahun lalu, bagiku mereka lebih baik dari saya sepuluh tahun lalu, pengalaman pertama ke luar negeri yakni ke Amerika dengan durasi waktu satu bulan, tahu apa yang saya bawa koper dengan ukuran super besar, berisi full makanan dan baju yang akhirnya banyak yang tidak terpakai.

pengalaman adalah guru terbaik dalam hal ini, dibutuhkan pengalaman langsung untuk ahli dalam hal ini, sejak saat itu akhirnya saya mulai membeli tas punggung dengan ukuran 25 ltr, tapi ternyata semakin sering kamu bepergian kamu akan menyadari 25 Ltr itu juga masih cukup besar dan berat untuk dibawa kemana-mana berlari mengejar kereta, bus, ataupun pesawat dengan prosedur imigrasi yang berbelit-belit.

ayo cari yang mana dosennya
ayo cari yang mana dosennya

Sampai sekarang saya masih sering tertawa kecil saat mengingat pengalaman field trip lintas budaya ini, saya melihat wajah-wajah lelah, excited, juga kekhawatiran dari mereka mahasiwa saya ketika menghadapi proses imigrasi, beberapa diantara mereka perjalanan ini adalah perjalanan pertama mereka ke luar negeri, juga mungkin ada yang baru naik pesawat dan tidak ada kalah bahagianya diriku ketika mereka bisa merasakan apa yang seringkali kuceritakan di kelas, melihat ekspresi mereka yang melek melihat beberapa perbedaan yang mereka dapatkan antara negara mereka dan negara yang mereka kunjungi, melihat proses pendewasaan mereka ketika harus mengalami konflik dengan teman-teman mereka, namun tetap jalan bersama, saling menunggu dan menghitung satu demi satu, saya bahagia bisa menjadi bagian dari hal tersebut, saya bahagia dan sungguh bersyukur bisa menjadi orang yang menyaksikan proses mewujudkan mimpi mereka dan membangun mimpi yang lebih besar lagi.

Ada hal penting yang saya petik dari perjalanan kali ini yakni tidak perlu menjadi dosen yang selalu ingin dihormati, memasang wajah antagonis sehingga malas senyum demi rasa takut dari mahasiwa dan merasa paling tahu sedunia akan segala hal, bagi saya menjadi diri sendiri dan mau berdiskusi dengan mahasiswa kita merupakan hal yang penting, tidak perlu takut terlihat bodoh dan kampungan sometimes saya merasa agak sedikit gagal update untuk hal-hal terkini, dengan menjadi partner in crime mereka saya bisa merasa stay young forever 🙂 dan tidak gagal update tentunya.

Well salam partner in crime 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Partner in crime

Add yours

  1. keren kak thanks sdh mengarjkan kami banyak hal. Sekcil apapun itu bagi sya Itu luar biasa. banyak hal yg bisa sya ambil pelajaran.Perjalan tersebut: )

  2. Melihat dunia dengan cara dan sudut pndang yg berbeda. Prjlnn kmrin mmbuat sy memahami bahwa segala sesuatu hrus di laksanakan,bukan hnya di jadikan wacana.

    Kop kun kha k’eva, chan rak kun kha ^_^ (ngucapnya pake dialeg hatyai) hehe..

  3. thanks kak eva buat pengalaman yang luar biasa ini , bukan yang pertama tapi akan jadi yang paling mengesankan hhahahaha
    kalo ingat perjalanan yang kmrin jadi pengen ulang lagi … seruuulah kak , next tahun depan ikut lagi … hahahahaha

  4. makasih k eva sudah mewujudkan mimpi kita, terharu bacanya, sumpah pengalaman yang tdk bisa dilupakan dan rasanya kebersamaan disana luar biasa,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: