Home

Malam Minggu dan saatnya berleha-leha setelah seminggu disibukkan oleh pekerjaan dan rutinitas harian yang semakin menggila saya pun memutuskan untuk menikmati weekend dengan sahabat, kami memilih untuk menonton di bioskop kebetulan ada film bagus “Spectre” film si James Bond 007 siapa yang tidak mengenal film ini dan siapa yang tidak ingin menontonnya, buat saya Bond selalu identik dengan tipekal agent profesional yang menunjukkan sisi kemaskulinan yang tiada terkira sebagai perempuan saya tergila-gila dengan seluruh pemeran Bond, cakep, keren, seksi, macho jago berkelahi and for sure smart, selain hal tersebut ada satu yang tidak akan pernah hilang dari kisah James Bond adalah perempuan cantik, seksi, smart dan megahnya sebuah hubungan romatis ditengah intrik dan kisah psikologis si James Bond sebagai seorang spy. Ada lelaki maskulin dan perempuan cantik jangan heran kalau ditengah film tersajikan adegan-adegan dewasa yang sangat manusiawi tentunya, well the movie part of life guys.

Namun, ada hal yang menarik bagi kami ditengah kegiatan menonton film di bioskop, malam minggu kami memilih jam 21:00 sudah agak malam, tapi seperti biasa James Bond terlalu banyak penggemar maka penuhlah kursi-kursi teather, sebagai orang-orang yang berkecimpung di dunia psikologi maka kami senang sekali mengobservasi kadang-kadang mencari hal yang tidak biasa dalam kehidupan sehari-hari, begitulah salah satu keuntungan belajar psikologi yah bisa lebih sensitif, well Malam itu teather penuh sesak dan ditengah film kami mendengar suara tangisan bayi, anak-anak balita dan ketika film berakhir saat lampu teather menyala terang benerang kami melihat ada begitu banyak anak-anak yang ikut menonton dan anehnya mereka bersama orangtua mereka.

pertanyaannya apakah orangtua tidak memikirkan bahwa film ini hanya untuk orang dewasa, bukankah disetiap film ada kategori penontonnya D untuk dewasa, R untuk remaja dan A untuk anak-anak, saat ingin membeli tiket sudah ada terlihat jelas di setiap film yang akan ditayangkan, well tapi di negara ini simbol hanyalah simbol sometime they don’t care about the meaning of the symbol. terbukti ada banyak anak-anak yang menonton film si Jame Bond adegan hot si Daniel Craig dan si Seksi Monica Belucci Italian hot actress serta kisah romantis Daniel Craig dengan Lea Seydoux ini menjadi santapan pembuka bagi anak-anak tersebut, mungkin mereka akan belajar how to kissing and touching dari adegan, jadi jangan heran kalau di Youtube tersebar adegan mesra dibawah umur saya pikir orangtuanya juga penuh dengan excuses membawa putra putri nya ke Bioskop nonton om James Bond, tante Monica Belucci.

Film adalah media audio visual merupakan salah satu cara paling ampuh untuk merubah dan menanamkan nilai-nilai hidup saya belajar banyak dari setiap film yang ku tonton juga belajar how to kissing my man from the moview but when I was child my parents never let me go to the cinema, film pertama yang ku nonton it was Home alone. Film saya banyak mempelajari media ini dan merubah perilaku orang dengan media film, tidak kah orangtua memahami konsep kerja film, film bukan hanya sebuah media hiburan tetapi sebuah cara untuk menyampaikan pesan atau misi tertentu, generasi-generasi saat ini tidak sadar dipengaruhi oleh media ini, cara berpikir, cara hidup dan tatanan sosial di masyarakat dipengaruhi oleh industri ini, film merupakan media campaign yang luar biasa powerfull, seharusnya orangtua bijak dalam mengajat ataupun pemberikan izin kepada anak-anaknya untuk menonton.

Spectre adalah salah satu film terbaik versi James Bond menurut saya selain sangat European styles dan banyak isu-isu global, idealisasi kemanusiaan pada seorang spy tapi film ini juga membawa begitu banyak misi-misi kapitalism, pembodohan, dan agenda global, marilah bijak dan satu hal anak umur 5 tahun kebawah nonton merupakan hal yang paling miris, untuk menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah sekiranya memahami konsep menjadi orangtua “ayah, ibu” bukanlah hal yang mudah, buuh banyak pengorbanan salah satunya kalau kamu punya anak umur balita yah tahan dululah nafsu nontonnya, atau cari lah seseorang yang menjaga anak mu di rumah.

Untuk pihak Bioskop jangan hanya cari uang, bertindak tegas untuk tidak menjual tiket untuk anak-anak kala film tersebut untuk dewasa, untuk pemerintah berikan sanksi tegas pada bioskop yang menjual tiket kepada anak-anak untuk film dengan kategori dewasa, demikianlah unek-unek ini semoga semua pihak bisa untuk lebih aware, hal-hal sederhana merupakan cara terbaik dalam mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak, bersikap tegas jangan sok global dan keren tapi akhirnya merugikan anak bukanlah tidakan yang bijak, mereka generasi bangsa, butuh cara hebat untuk bisa survive di tengah badai global.

saya belum menjadi orangtua tapi saya yakin setiap orangtua punya insting yang hebat dalam mendidik anak-anaknya, hanya saja dunia sekarang kadang-kadang bisa mematikan insting terhebat kita, just be wise for something new!!!!

Salam Spectre saya suka endingnya…. penyiksaan psikologis lebih kejam daripada tembak mati !!! intinya jika punya musuh yang tidak bisa melihat mu bahagia just be happpy don’t reactive !!!

Advertisements

One thought on ““Kids on Spectre”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s