“be great”

“Good character is not formed in a week or a month. It is created little by little, day by day. Protracted and patient effort is needed to develop good character”

Heraclitus

SAM_2666

Pagi ini saya menyempatkan diri untuk menonton sebuah program TV yang pembicaranya adalah seorang ilmuan dan ulama besar di Indonesia, sejak dulu saya mengidolakan beliau. Beberapa bukunya pun terdapat di rak buku dan seringkali membukannya untuk mendapatkan referensi untuk agama.

Pagi ini pembahasannya begitu berkesan buat ku, begitu menginspirasi dan menjwab beberapa pertanyaan yang seringkali terlontar. Dalam surah Al Ankabut (Laba-laba) dijelaskan bahwa surah ini membahas persoalan ujian dan kesabaran dalam hidup. Seringkali kita memahami kesabaran dan ujian sebagai bagian yang tidak menyenangkan dalam hidup ini, pada prinsipnya hidup merupakan sebuah bentuk ujian yang didalamnya ada kesabaran, segala sesuatu yang kita miliki dan begitu dekat dengan diri kita adalah bentuk ujian.

Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, ada begitu banyak hal yang menjadi partikel-partikel yang menyusun kedua unsur kesabaran dalam menghadapi ujian, didalamnya ada intropeksi, kerja keras, kebaikan, komitment, rasa sakit, kebahagian dan kepasrahaan serta keyakinan.

Dalam penjelasannya saya pun memahami betapa Tuhan memberikan sebuah penilaian yang jauh dari standar probabilitas, menilai berdasarkan ukuran-ukuran yang pembandingnya hanya ada pada diri kita sendiri. Tidaklah layak bagi kita untuk saling menghujat ataupun menilai diri kita sebagai makhluk tersuci di muka bumi ini, semua manusia tidak akan pernah luput dari sebuah kesalahan, perbuatan baiklah yang akan menutupi aib kita.

Dari perjalanan singkat pagi ini aku memahami bahwa setiap kesalahan akan memiliki ganjarannya, demikian pula perbuatan baik akan memiliki hadiahnya, menjadi pribadi yang baik tidaklah mudah, bagi saya jihad yang sesungguhnya adalah melawan segala sesuatu yang buruk-buruk dalam diri kita, ataupun hal-hal yang jahat di muka bumi ini, kemiskinan, penyakit, penindasan, kebodohan, dst, bukan saling membunuh dan mengkafirkan karena berbeda keyakinan.

Ketakwaan adalah perhiasan dari keimanan, kita mampu melihat ketakwaan seseorang dari perilaku yang taat pada kaidah agama, namun tidaklah kita mampu menilai keimanan seseorang. Jika hari ini ada jihad yang ingin kulakukan adalah memberdayagunakan sebaik-baiknya waktu yang kumiliki untuk menimbah ilmu dan memerangi kebodohan dan kemiskinan di muka bumi ini.

Segala sesuatunya bersumber dari niat, maka semoga kita semua dapat memperbaiki kembali niat kita dalam menjalani kehidupan ini dan menjauhkan kita dari kesombongan.

Demikianlah semoga tulisan pagi ini memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada-Nya. Amien.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: